Bayangkan seorang pemain berusia 40 tahun berlari ke kotak penalti, melakukan one-two cepat, lalu menyelesaikan dengan tenang di menit-menit akhir. Itulah yang dilakukan Luka Modric saat AC Milan bertandang ke markas Pisa. Golnya itu bukan cuma bawa tiga poin, tapi juga bukti kalau usia benar-benar hanya angka buat legenda Kroasia ini.
Di musim 2025/2026, Modric sudah jadi bagian penting AC Milan setelah pindah dari Real Madrid musim panas lalu. Dan di laga Serie A pekan ke-25 ini, dia lagi-lagi tunjukkan kelasnya. AC Milan menang susah payah 2-1 atas Pisa, tim yang lagi berjuang di zona degradasi. Kemenangan ini bikin Rossoneri semakin dekat dengan puncak klasemen, tinggal beda lima poin dari Inter Milan.
Pertandingan ini penuh drama, dari missed penalty sampai kartu merah. Tapi yang paling bikin fans Milan bernapas lega ya gol Modric di menit 85. Yuk, kita bahas lebih dalam soal laga ini dan apa kata Modric sendiri setelah pertandingan.
Drama Lengkap di Arena Garibaldi: Kronologi Pisa vs AC Milan
Laga ini dimainkan di Cetilar Arena, markas Pisa, pada 13 Februari 2026. AC Milan yang datang sebagai favorit justru dibuat kerepotan oleh tim tuan rumah yang main ngotot.
Babak pertama berjalan ketat. Milan dominasi possession, tapi Pisa rapat di belakang. Gol pembuka baru datang di menit 39. Modric switching play cantik ke sisi kanan, bola sampai ke Zachary Athekame yang kasih crossing akurat. Ruben Loftus-Cheek sundul masuk, 1-0 untuk Milan.
Masuk babak kedua, Milan sempat punya peluang emas. Strahinja Pavlović dribble masuk kotak penalti dan dilanggar, penalty! Sayangnya, Niclas Füllkrug yang eksekusi malah tendang ke tiang luar. Pisa langsung bangkit.
Di menit 71, Pisa samakan kedudukan. Crossing dari Stojilković ditanduk Loyola, 1-1. Stadion langsung rame, Milan mulai panik.
Tapi di sini Modric muncul sebagai penyelamat. Menit 85, dia lakukan one-two dengan Samuele Ricci, masuk kotak penalti, lalu chip bola melewati kiper Nicolas dengan kaki luar. Gol kelas dunia! 2-1 untuk Milan.
Drama belum selesai. Di injury time, Adrien Rabiot dapat kartu kuning kedua karena protes, Milan akhiri laga dengan 10 pemain. Tapi skor tetap bertahan.
Beberapa momen kunci laga ini:
- Gol Loftus-Cheek (39′) – assist Modric
- Missed penalty Füllkrug (54′)
- Gol penyama Loyola (71′)
- Gol kemenangan Modric (85′)
- Kartu merah Rabiot (90+2′)
Luka Modric: Maestro yang Tak Lekang oleh Waktu di AC Milan
Siapa yang nyangka, setelah 13 tahun di Real Madrid, Modric pindah ke AC Milan di usia 40 dan malah semakin ganas. Kontraknya sampai 2026 dengan opsi perpanjangan, dan Milan sudah bilang mau aktifkan opsi itu.
Di laga lawan Pisa, Modric lagi-lagi jadi MVP versi fans di app resmi Milan. Dia tidak cuma cetak gol, tapi juga kasih assist dan kendalikan tempo permainan. Gerakannya masih elegan, visi passing-nya luar biasa.
Sejak gabung Milan, Modric sudah main di hampir semua laga penting. Dia bawa pengalaman Ballon d’Or 2018-nya ke tim yang lagi dibangun Massimiliano Allegri. Banyak yang awalnya ragu, bilang ini cuma “tur pensiun”, tapi Modric buktikan sebaliknya.
Gol lawan Pisa ini jadi gol keduanya di Serie A musim ini, tapi dampaknya jauh lebih besar. Dia tunjukkan kalau veteran bisa jadi pembeda di momen krusial.
Komentar Jujur Luka Modric: Tim Terlalu Santai di Babak Kedua
Setelah laga, Modric kasih komentar yang cukup blak-blakan. Dia akui tim sempat kehilangan fokus setelah unggul.
“Kami agak santai di babak kedua dan kurang perhatian. Makanya mereka bisa cetak gol. Tapi akhirnya kami serang lagi dan cetak gol kedua. Kami senang dengan kemenangannya,” kata Modric.
Dia juga terima kasih ke fans Milan yang nyanyi chant spesial buat dia. “Ini privilege buat saya dengar chant itu. Saya cuma bisa ucapkan terima kasih ke fans.”
Komentar ini jadi semacam “permintaan” halus dari Modric: tim harus tetap fokus sepanjang 90 menit, apalagi lawan tim bawah yang lagi fight buat poin.
Pujian Max Allegri: Semua Pemain Harus Belajar dari Modric
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, nggak pelit kasih pujian buat Modric. Dia bilang Modric adalah contoh sempurna buat pemain muda.
“Modric incredible. Karakter dan kerendahan hatinya luar biasa. Kita semua harus belajar darinya,” ujar Allegri.
Allegri juga soroti mentalitas tim yang bangkit setelah kebobolan dan missed penalty. Menurutnya, ini bukti Milan punya mental juara.
Dampak Kemenangan Ini buat Perburuan Scudetto Serie A
Dengan kemenangan ini, AC Milan kumpulkan 53 poin, tertinggal lima poin dari Inter Milan di puncak. Napoli dan tim lain juga masih ngintil.
Milan lagi dalam tren bagus, belum kalah dalam beberapa laga terakhir. Modric jadi salah satu kunci, apalagi dengan pemain seperti Christian Pulisic, Rafael Leão, dan Mike Maignan yang lagi on fire.
Tantangan berikutnya adalah pertahankan konsistensi. Lawan-lawan seperti Como dan Parma nggak boleh diremehin, apalagi setelah hampir tergelincir lawan Pisa.
Kalau Modric terus main seperti ini, peluang Milan juara Serie A musim ini semakin terbuka lebar.
Kesimpulan: Luka Modric Bukti Kalau Dedikasi Itu Abadi
Laga lawan Pisa tunjukkan sekali lagi kenapa Luka Modric disebut salah satu gelandang terbaik sepanjang masa. Di usia 40, dia masih bisa jadi penentu kemenangan AC Milan. Gol dramatisnya, assist-nya, dan komentar jujurnya jadi pelajaran berharga buat tim.
AC Milan lagi di jalur yang benar buat scudetto, dan Modric adalah salah satu alasan utamanya. Kalau kamu fans Milan, pasti bangga banget punya pemain sekelas dia.
Gimana pendapatmu soal performa Modric musim ini? Masih layak perpanjang kontrak sampai 2027 nggak? Share di komentar ya!




