Kabar gembira datang untuk Jakmania! Persija Jakarta resmi mendatangkan striker muda berbakat, Mauro Zijlstra, dengan kontrak berdurasi 2,5 tahun. Pengumuman ini langsung bikin heboh jagat sepak bola Indonesia, apalagi Mauro sudah membela Timnas Indonesia.
Bayangin, pemain diaspora Belanda-Indonesia berusia 21 tahun ini pindah dari FC Volendam langsung ke Macan Kemayoran. Langkah besar buat Persija yang lagi berburu gelar di Super League musim 2025/2026.
Transfer ini bukan sekadar tambal sulam. Persija serius bangun skuad jangka panjang, dan Mauro jadi salah satu pilar utama di lini depan. Penasaran sama detailnya? Yuk, kita bahas lebih dalam!
Pengumuman Resmi yang Bikin Heboh
Persija Jakarta umumkan kedatangan Mauro Zijlstra pada 4 Februari 2026. Klub langsung rilis video welcome keren di media sosial, dengan tagline “Where dreams meet the city.” Langsung banjir likes dan komentar dari Jakmania yang excited banget.
Mauro diikat kontrak sampai Mei 2028, atau sekitar 2,5 tahun. Nilai transfernya disebut-sebut sekitar Rp1,3 miliar, meski Persija belum konfirmasi angka pastinya. Yang jelas, ini investasi besar buat klub ibu kota.
Sebelum resmi, rumor sudah berembus kencang. Media Belanda sampai ikut sorot, karena Mauro masih punya kontrak di FC Volendam sampai 2027. Tapi, tawaran Persija terlalu menggoda, apalagi setelah dia gagal dapat klub top di Eropa.
Siapa Sebenarnya Mauro Zijlstra?
Buat yang belum kenal, Mauro Nils Zijlstra lahir di Zaandam, Belanda, pada 9 November 2004. Tingginya 188 cm, bikin dia jadi target man idaman di kotak penalti. Posisi utamanya centre-forward, tapi bisa juga main sebagai second striker.
Dia punya darah Indonesia dari garis keturunan Bandung, yang bikin proses naturalisasinya lancar. Mauro sudah debut bareng Timnas Indonesia, dan langsung jadi andalan di lini depan Garuda.
Karier Awal yang Menjanjikan
Mauro mulai karier di akademi klub-klub Belanda. Dia sempat tampil impresif di kompetisi U-21, cetak banyak gol sebelum naik ke tim senior FC Volendam. Di sana, dia main di Eredivisie, liga top Belanda.
Meski penampilannya di tim utama Volendam belum terlalu banyak (sekitar 6 laga tanpa gol), potensinya nggak diragukan. Banyak scout yang bilang dia punya insting tajam dan fisik kuat.
Performa di Level Muda dan Timnas
Sebelum pindah, Mauro pernah cetak 17 gol plus 4 assist dalam 21 laga di level muda. Angka yang gila buat striker seusianya! Itu yang bikin PSSI cepat naturalisasi dia bareng pemain diaspora lain.
Di Timnas Indonesia, Mauro langsung tunjukkan kelasnya. Dia jadi opsi baru di depan, apalagi dengan postur tingginya yang cocok buat strategi umpan silang.
Kenapa Persija Nekat Rekrut Mauro Zijlstra?
Persija lagi di fase rebuild. Lini depan butuh penyegaran, dan Mauro datang di saat tepat untuk putaran kedua Super League.
Alasan Utama dari Manajemen
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, bilang mereka rekrut Mauro karena dua hal: potensi jangka panjang dan statusnya sebagai pemain Timnas. Usia 21 tahun bikin dia aset berharga yang bisa dijual lagi ke Eropa nanti.
Menariknya, Persija janji bakal lepas Mauro kalau ada tawaran bagus dari klub Eropa. Ini klausul pintar, biar pemain nggak merasa “terjebak” di Indonesia.
Kebutuhan Tim Macan Kemayoran
Persija sudah punya striker seperti Alaeddine Ajaraie dari Maroko, tapi butuh rotasi dan kompetisi internal. Mauro bisa jadi partner atau pelapis yang sama-sama haus gol.
Di paruh musim ini, Persija juga datangkan nama besar lain: Shayne Pattynama, Paulo Ricardo, Jean Mota, sampai Cyrus Margono. Skuad ini makin ganas!
Dampak Mauro Zijlstra untuk Persija
Kedatangan Mauro langsung ubah dinamika tim. Dia bawa pengalaman liga Eropa, meski masih muda.
Di Lapangan: Apa yang Bisa Diharapkan?
- Heading Kuat — Dengan tinggi 188 cm, duel udara jadi senjata utama.
- Finishing Tajam — Insting golnya sudah terbukti di level muda.
- Mobilitas Bagus — Bisa drop deep bantu build-up serangan.
Bayangin dia duet sama Ajaraie – satu target man, satu mobile striker. Lawan bakal pusing!
Di Luar Lapangan: Inspirasi buat Pemain Muda
Mauro bilang Shayne Pattynama paling semangat sambut dia. Shayne sering hubungi sejak rumor muncul. Ini nunjukkin chemistry diaspora di Persija lagi kuat banget.
Buat anak muda Indonesia, Mauro jadi bukti bahwa darah Indo bisa sukses di Eropa, lalu balik bantu liga lokal.
Reaksi Fans dan Media Sosial
Jakmania langsung gila-gilaan. Di X (Twitter), hashtag #WelcomeMauro trending. Banyak yang bilang skuad Persija sekarang “darder dor banget” dengan tambahan pemain abroad.
Ada yang excited, ada juga yang bilang “kenapa rekrut banyak striker padahal cuma satu kompetisi?” Tapi mayoritas positif, apalagi melihat daftar rekrutan paruh musim:
- Fajar Faturrahman (RB)
- Alaeddine Ajaraie (CF)
- Paulo Ricardo (CB)
- Shayne Pattynama (LB)
- Mauro Zijlstra (CF)
- Jean Mota (AMF)
- Cyrus Margono (GK)
Media juga ramai sorot. Dari detikSport sampai media Belanda, semua bilang ini langkah berani Persija.
Prospek Masa Depan Mauro di Persija
Dengan kontrak panjang, Mauro punya waktu buktikan diri. Kalau performa oke, dia bisa jadi ikon baru Macan Kemayoran. Siapa tahu, dua tahun lagi balik ke Eropa dengan harga lebih mahal.
Buat Persija, ini sinyal bahwa klub nggak main-main lagi. Mereka mau juara, nggak cuma ikut-ikutan.
Mauro sendiri bilang siap jawab ekspektasi Jakmania. Dia sudah latihan bareng tim dan mungkin debut sebentar lagi.
Jakmania, kalian excited nggak sama kedatangan Mauro Zijlstra ke Persija? Ini saatnya dukung full Macan Kemayoran musim ini!
