Pasar TV global mengalami perubahan signifikan. TCL semakin mendekati Samsung dengan pangsa pasar yang menyempit tajam. Pada November 2025, Samsung mempertahankan posisi teratas dengan 17% pangsa pasar, sementara TCL meraih 16%. Pengiriman TCL melonjak 20-22% year-on-year (YoY), sedangkan Samsung turun 3%. Gap ini hanya tersisa satu persentase poin, menandakan TCL pepet Samsung dengan agresif.
Fenomena ini mencerminkan dinamika pasar TV global yang semakin kompetitif. Konsumen kini mencari nilai terbaik di segmen layar besar dan teknologi canggih seperti Mini-LED tanpa harga premium. TCL memanfaatkan kekuatan manufaktur, inovasi, dan ekspansi internasional untuk menantang dominasi Samsung yang telah bertahan 20 tahun. Artikel ini mengupas data terkini dari Counterpoint Research dan Omdia, faktor pendorong, perbandingan teknologi, strategi harga, serta prospek 2026. Anda akan memahami implikasi bagi konsumen dan industri secara mendalam.
Situasi Terkini Pasar TV Global
Global TV shipments mengalami penurunan 1% YoY pada November 2025. Penurunan ini disebabkan penyesuaian inventori setelah puncak penjualan sebelumnya. Secara keseluruhan hingga November, shipments turun 0.6% YoY. Kondisi ini memengaruhi semua pemain besar, tetapi TCL justru tumbuh kuat.
Samsung tetap memimpin berkat brand premium dan ekosistem Tizen yang matang. Namun, penurunan shipments 3% menunjukkan tekanan dari kompetitor China. TCL berhasil ekspansi di pasar emerging seperti Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. Permintaan akan layar besar (65 inci ke atas) dan Mini-LED mendukung momentumnya.
Hisense menempati posisi ketiga dengan 10% pangsa. LG naik ke 9% berkat pertumbuhan di Amerika Utara dan Latin. Walmart (termasuk Vizio/ONN) masuk top five pasca-akuisisi. Tren ini menegaskan pasar TV global bergeser ke arah value-oriented dan teknologi LCD canggih.
Pangsa Pasar Samsung vs TCL di 2025
Data Counterpoint Research menyoroti pergeseran cepat. Di November 2025, Samsung punya 17% pangsa (turun dari 18%). TCL capai 16% (naik dari 13%). Pengiriman TCL tumbuh 20% YoY, hampir menyamai Samsung.
Secara year-to-date hingga November, Samsung pegang 16%, sementara TCL lebih rendah tapi tren naik tajam. Pada kuartal sebelumnya, TCL sudah unggul di segmen 85 inci+ (22.1% pangsa) dan Mini-LED (28.8%). TCL juga No.1 Google TV shipments sejak 2021-2024.
Samsung unggul di revenue share (sekitar 29% di 2024), berkat posisi premium. Namun, TCL dan Hisense gandeng pangsa shipment melebihi Samsung+LG. Di semester pertama 2025, TCL kirim 13.46 juta unit (+7.6%). Tiga kuartal pertama: 21.08 juta unit (+5.3%). Pertumbuhan ini konsisten di pasar TV global.
Faktor Pendorong Pertumbuhan TCL yang Cepat
TCL pepet Samsung berkat strategi cerdas. Pertama, fokus pada Mini-LED dengan harga kompetitif. Pengiriman Mini-LED TCL melonjak 153.3% YoY menjadi 2.24 juta unit di tiga kuartal pertama 2025. Di pasar internasional, tumbuh 235.4%. Teknologi SQD-Mini LED atasi masalah halo dan cross-color, capai 100% BT.2020 color gamut.
Kedua, ekspansi layar besar. Shipments 65 inci+ naik 25.8% global, 75 inci+ 27.8%. Di internasional, 65 inci+ tumbuh 44.6%, 75 inci+ 61.8%. Ukuran rata-rata layar naik 1.6 inci ke 53.6 inci.
Ketiga, pertumbuhan internasional meski China lesu. Shipments internasional +7.9% YoY. Di Eropa +20%, Q3 >30%; Amerika Utara ASP naik >15%; emerging markets +16.3%. TCL luncurkan QM9K dengan Google AI Gemini, chip AI kualitas gambar, dan kontrol rumah pintar.
Keempat, optimalisasi produk. Revenue TV global naik 8.7% YoY, ASP naik 3.2%. Di internasional, revenue +12.7%, ASP +4.5%. Fokus mid-to-high-end beri nilai tambah tanpa harga Samsung.
Perbandingan Teknologi Layar TCL dan Samsung
TCL unggul di Mini-LED volume tinggi dengan ribuan dimming zones dan brightness mencapai 2000+ nits pada model unggulan. Teknologi All-domain Halo Control minim blooming. Google TV antarmuka intuitif dan integrasi AI Gemini aktif.
Samsung andalkan Neo QLED dengan Quantum Dot dan Mini-LED, plus QD-OLED untuk kontras sempurna dan warna akurat. Pemrosesan gambar NQ4 AI Processor unggul di upscaling dan motion handling. Ekosistem Tizen, SmartThings, dan Gaming Hub lebih matang.
Konsumen value seeker pilih TCL karena harga lebih terjangkau tapi spesifikasi mirip. Penggemar premium tetap pilih Samsung untuk peak performance dan brand prestige. Kedua merek dorong adopsi 4K/8K dan refresh rate tinggi untuk gaming.
Strategi Harga dan Nilai yang Ditawarkan
TCL tawarkan harga lebih rendah 20-40% untuk spesifikasi serupa di layar 65-85 inci. Model Mini-LED TCL sering di bawah USD 1500 untuk 75 inci, sementara Samsung Neo QLED premium di atas USD 2000. Strategi ini menarik pasar menengah yang sensitif harga.
Samsung pertahankan margin tinggi dengan fitur eksklusif seperti anti-glare, audio premium, dan warranty panjang. Namun, konsumen semakin sadar bahwa TCL beri performa 80-90% Samsung di harga setengah. Tren ini tekan harga keseluruhan pasar TV global.
Perkembangan di Pasar Regional Termasuk Indonesia
Di pasar TV global, TCL kuat di emerging regions. Di Indonesia, tren serupa terlihat dari berita lokal yang ikuti data global. Konsumen Indonesia prioritaskan layar besar untuk konten streaming dan olahraga. TCL manfaatkan channel distribusi luas dan harga terjangkau.
Samsung dominasi segmen premium melalui retail besar dan brand awareness tinggi. Namun, TCL tumbuh cepat di e-commerce dan pasar menengah bawah. Pasar TV Indonesia ikuti pola global: permintaan Mini-LED dan 75 inci+ naik, dorong persaingan ketat.
Dampak Joint Venture TCL-Sony
TCL ambil alih operasional bisnis TV Sony melalui JV baru. Ini beri TCL akses ke teknologi image processing Sony dan brand Bravia premium. Kombinasi skala manufaktur TCL dengan prestige Sony ancam Samsung dan LG di segmen atas.
JV ini tingkatkan positioning TCL di pasar Barat. Konsumen dapatkan TV Sony dengan harga lebih kompetitif berkat produksi TCL. Langkah ini percepat pergeseran pasar TV global ke pemain China yang inovatif.
Prospek Masa Depan dan Prediksi 2026
Counterpoint prediksi Samsung tetap pemimpin di 2026, tetapi Chinese brands seperti TCL, Hisense, dan Xiaomi ekspansi cepat di Mini-LED dan layar mid-to-large. Persaingan semakin ketat di premium.
TCL target pertahankan momentum dengan inovasi AI, 8K, dan Micro-LED jangka panjang. Samsung fokus QD-OLED dan gaming. Pasar TV global diproyeksi stabil atau sedikit tumbuh, dengan volume bergeser ke value premium.
Tips Memilih TV di Tengah Persaingan Ketat
Pertimbangkan kebutuhan utama: ukuran ruangan, konten utama, dan budget. Untuk value terbaik, pilih TCL Mini-LED 75 inci+ dengan Google TV. Prioritaskan brightness, dimming zones, dan refresh rate untuk gaming.
Tes langsung di toko untuk warna dan motion. Baca review independen tentang blooming dan audio. Bandingkan garansi dan fitur smart home. Di pasar TV global yang bergeser, pilihan TCL atau Samsung beri pengalaman memuaskan sesuai prioritas.
Pasar TV global terus berkembang dengan TCL pepet Samsung. Perubahan ini beri konsumen lebih banyak pilihan berkualitas dengan harga variatif. Pantau update teknologi terbaru untuk keputusan terbaik.


